SKIN MICROBIOME

Jika Anda pernah mendengar istilah gut microbiota dan hubungannya dengan kesehatan, pernahkah Anda mendengar tentang Skin Microbiome?

Serupa tapi tak sama, skin microbiome mengacu pada komunitas mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, jamur, bahkan tungau yang hidup di kulit kita. Menariknya, jenis dan bagian kulit yang berbeda memiliki komunitas bakteri yang berbeda pula. Misalnya, Propionibacterium spp. adalah jenis bakteri yang banyak ditemukan pada bagian kulit berminyak contohnya area dahi, hidung, atau punggung. Staphylococcus dan Corynebacterium spp melimpah jumlahnya di bagian kulit yang lembab seperti ketiak, siku bagian dalam, dan bagian belakang lutut.

Bagian kulit yang kering, seperti bagian lengan, ternyata memiliki keanekaragaman lebih tinggi jika dibandingkan dengan gut microbiota, dimana mikroorganisme pada bagian kulit kering ini didominasi oleh mikroorganisme gram negatif. Walaupun adanya bakteri, jamur, hingga serangga di kulit kita menimbulkan kesan seolah – olah kulit kita kotor, simbiosis yang terjadi antar mikroorganisme tersebut justru memberi banyak keuntungan. Salah satunya yaitu menjaga keseimbangan skin barrier. Kini mulai marak tersedianya produk perawatan kulit yang mengandung prebiotik dengan tujuan untuk membantu keseimbangan bakteri sehingga dapat meningkatkan kesehatan kulit.